Kelebihan dan Kekurangan Sistem Pemerintahan Orde Baru

    Share

    Exterminator Hexapoda
    Guild Founder
    Guild Founder

    Posts: 68
    Join date: 18.09.09
    Location: Guild Heighliner

    Kelebihan dan Kekurangan Sistem Pemerintahan Orde Baru

    Post by Exterminator Hexapoda on Tue Nov 10, 2009 5:08 pm

    Kelebihan sistem Pemerintahan Orde Baru

    * perkembangan GDP per kapita Indonesia yang pada tahun 1968 hanya AS$70 dan pada 1996 telah mencapai lebih dari AS$1.000
    * sukses transmigrasi
    * sukses KB
    * sukses memerangi buta huruf
    * sukses swasembada pangan
    * pengangguran minimum
    * sukses REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun)
    * sukses Gerakan Wajib Belajar
    * sukses Gerakan Nasional Orang-Tua Asuh
    * sukses keamanan dalam negeri
    * Investor asing mau menanamkan modal di Indonesia
    * sukses menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta produk dalam negeri

    Kekurangan Sistem Pemerintahan Orde Baru

    * semaraknya korupsi, kolusi, nepotisme
    * pembangunan Indonesia yang tidak merata dan timbulnya kesenjangan pembangunan antara pusat dan daerah, sebagian disebabkan karena kekayaan daerah sebagian besar disedot ke pusat
    * munculnya rasa ketidakpuasan di sejumlah daerah karena kesenjangan pembangunan, terutama di Aceh dan Papua
    * kecemburuan antara penduduk setempat dengan para transmigran yang memperoleh tunjangan pemerintah yang cukup besar pada tahun-tahun pertamanya
    * bertambahnya kesenjangan sosial (perbedaan pendapatan yang tidak merata bagi si kaya dan si miskin)
    * kritik dibungkam dan oposisi diharamkan
    * kebebasan pers sangat terbatas, diwarnai oleh banyak koran dan majalah yang dibreidel
    * penggunaan kekerasan untuk menciptakan keamanan, antara lain dengan program "Penembakan Misterius" (petrus)
    * tidak ada rencana suksesi (penurunan kekuasaan ke pemerintah/presiden selanjutnya)

    sisanyo agek
    tukeran samo tugas PELITA ato KABINET PEMBANGUNAN

    PELITA I terbentuk tanggal 6 Juni 1968 dan dilantik pada tanggal 10 Juni 1968. Komposisi kabinet ini tidak jauh berbeda dengan komposisi menteri dalam Kabinet Ampera yang disempurnakan

    PELITA II adalah nama kabinet pemerintahan di Indonesia pada tahun 1973-1978. Presiden pada Kabinet ini adalah Soeharto sedangkan wakil presiden adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

    PELITA III (1978-1983) adalah kabinet yang dibentuk pada masa pemerintahan Presiden Soeharto dengan Wakil Presiden H. Adam Malik.

    PELITA IV (19 Maret 1983-22 Maret 1988) adalah kabinet yang dibentuk pada masa pemerintahan Presiden Soeharto dengan Wakil Presiden Umar Wirahadikusumah.

    PELITA V adalah kabinet pemerintahan Presiden Indonesia, Soeharto pada tahun 1988-1993.

    PELITA VI adalah kabinet yang dibentuk pada masa pemerintahan Presiden Soeharto dan Wakil Presiden Try Soetrisno dengan masa bakti (1993-1998).

    PELITA VII adalah kabinet pemerintahan Indonesia yang dibentuk pada masa pemerintahan Presiden Soeharto dan Wakil Presiden Baharuddin Jusuf Habibie yang masa jabatannya paling singkat (Januari 1998-21 Mei 1998). Masa bakti kabinet ini seharusnya berakhir pada tahun 2003, namun karena terjadi demonstrasi mahasiswa dan kerusuhan massal 1998 akibat krisis ekonomi yang melanda Indonesia yang berujung pada pengunduran diri Soeharto dari jabatannya pada tanggal 21 Mei 1998 dan diangkatnya B.J. Habibie sebagai pejabat presiden dalam situasi darurat, mengakibatkan kabinet ini menjadi demisioner. Sebagai penggantinya, pemerintahan Indonesia dilanjutkan oleh Kabinet Reformasi Pembangunan.

    Inti PELITA VII Adapun Catur Krida Kabinet Pembangunan VII adalah sebagai berikut:
    * Pertama, trilogi pembangunan. Yakni stabilitas nasional, pertumbuhan dan pemerataan, sebagai landasan kebijaksanaan pembangunan yang sudah teruji selama ini dan telah kita laksanakan.
    * Kedua, kemandirian. Yakni melepaskan diri dari ketergantungan pada pihak lain dan percaya atas kemampuan sendiri, akan sanggup menghadapi segala gejolak yang timbul akibat globalisasi.
    * Ketiga, ketahanan nasional. Dari kemandirian, kebersamaan, dan kekeluargaan itulah tumbuh ketahanan nasional. Yaitu keuletan dan ketangguhan bangsa kita menghadapi berbagai tantangan dan ancaman.
    * Keempat, persatuan dan kesatuan. Keduanya akan memperkokoh ketahanan nasional dalam menjamin kelangsungan hidup dalam bernegara, berbangsa, dan bermasyarakat berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.


    _________________
    Peace through technology.

      Waktu sekarang Thu Oct 23, 2014 5:59 pm